Lokasi Anda saat ini adalah:Catur Sentosa Adiprana > News

Pemkot Jaring Ratusan Pelanggar Protokol Kesehatan  

Catur Sentosa Adiprana2024-10-06 06:11:34【News】4rakyat jam tangan

Perkenalankeluaran 5d toto macau hari iniMenyediakan konten berita menarik dalam dan luar negeri yang komprehensif,Pemerintah Kota Yogyakarta mengintensifkan pengawasan protokol kesehatan di masyarakat untuk mencega levis 4d slot

Pemerintah Kota Yogyakarta mengintensifkan pengawasan protokol kesehatan di masyarakat untuk mencegah sebaran Covid-19. Selama beberapa hari ini,levis 4d slot ada ratusan pelanggar yang terjaring dalam pengawasan protokol kesehatan di tempat- tempat umum di Kota Yogyakarta.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Yogyakarta Agus Winarto menyebut total ada 126 pelanggar yang terjaring dalam pengawasan protokol kesehatan selama 4 hari ini. Pelanggaran protokol kesehatan itu tersebar di beberapa tempat umum di Kota Yogyakarta di antaranya kawasan Tugu Yogyakarta, kawasan Titik Nol Kilometer, Jalan Pangeran Senopati, Jalan Kha Dahlan, Ngampilan, kawasan Stasiun Tugu Yogyakarta.

“Kebanyakan pelanggaran tidak memakai masker. Jumlahnya tidak sebanyak tahun lalu. Pelanggar terbanyak pada Sabtu dan Minggu malam di seputaran Tugu dan Titik Nol Kilometer,” kata Agus, Selasa (29/6/2021).

Para pelanggar yang terjaring pengawasan protokol kesehatan langsung mendapat peringatan dari petugas Satpol PP Kota Yogyakarta. Peringatan dengan pemberian sanksi sosial dan diminta menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19. Misalnya jika tidak bermasker, langsung diminta menggunakan masker secara benar.

“Kami hanya berikan peringatan dengan sanksi sosial. Kami suruh kerja bakti bersih-bersih. Misalnya membersihkan taman di seputaran Tugu,” tambahnya.

Menurutnya dengan pengetatan pengawasan protokol kesehatan dan pengaruh kasus Covid-19 meningkat, membuat jumlah pelanggar berkurang. Misalnya aktivitas anak- anak muda yang berkumpul untuk nongkrong di kawasan Alun-alun Utara. Dia menjelaskan pengawasan pada Jumat (25/6) malam ditemukan 71 pelanggar, Sabtu (26/6) malam 43 pelanggar, Minggu (27/6) malam 5 pelanggar dan Senin (28/6) malam 7 pelanggar.

“Sangat berkurang memang. Mungkin juga karena pemberitaan terkait Covid-19 yang penyebarannya dan tingkat infeksiusnya cukup tinggi, sehingga masyarakat agar mengurangi aktivitas,” tutur Agus.

Sedangkan terkait jam operasional usaha selama penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro, diakuinya masih ada yang melanggar melebihi ketentuan. Dia menyatakan ketentuan PPKM mikro disesuaikan dengan instruksi Menteri Dalam negeri, sehingga jam operasional usaha sampai pukul 20.00 WIB.

“Masih ada yang melebihi jam operasional dan tetap kami pantau penerapan protokol kesehatannya. Kami minta untuk segera menutup misalnya yang masih melayani makan di tempat,” tegasnya.  

Sebelumnya Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan pemberian sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan sudah diberikan legitimasi dalam Instruksi Mendagri terkait pengetatan PPKM mikro. Pemberian sanksi tersebut, lanjutnya, juga dibahas dalam rapat bersama dengan Gubernur DIY, tapi dalam penerapannya sedang dikoordinasikan.

"Dalam pelaksanaannya akan melibatkan Satpol PP Kota Yogyakarta, Kodim, Polresta, Satpol PP DIY dan lainnya, Dengan adanya Instruksi Mendagri tersebut menguatkan langkah bersama Satgas Covid-19 Kota Yogyakarta yang selama ini sudah dilakukan,” tandas Heroe yang juga Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta itu.(Tri)

 

 

Besar!(29827)